Make your own free website on Tripod.com

PENGARUH PUPUK DAUN DAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN LADA 

Daru Mulyono
Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Budidaya Pertanian
Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, BPP Teknologi
Jl. MH Thamrin 8, Jakarta 10340

HomeBack

Abstract
The objective of the research is to know the effect of using Leaf Fertilizers (Kristalon and Multimikro) combined with Growth Regulating Substance (Atonik and Ethrel) to the vegetative growth of pepper plants. The research used Complete Randomized Design with One Way Analysis of Variance, Regression, and Correlation in order to know the effect/combination effect of treatment to the vegetative growth of pepper plants. The research was carried out in Sukahati Village, Cibinong District, Bogor Regency, West Java Province, during 12 weeks from May to August 2002. The results of the research showed that the use of leaf fertilizers Kristalon (dosage 1.0 g/l) and Multimikro (dosage 1.5 ml/l) will increase the vegetative growth of pepper plants to a high of 85.2 cm and 81.7 cm respectively. The use of leaf fertilizers Kristalon (dosage 1.0 g/l) combined with growth regulating substance Atonik (dosage 1.0 ml/l) and Kristalon (dosage 1.0 g/l) combined with growth regulating substance Ethrel (dosage 1.0 ml/l) will increase the vegetative growth of pepper plants significantly to a high of 97.2 and 93.0 cm respectively. Moreover, the use of leaf fertilizers Multimikro (dosage 1.0 ml/l) combined with growth regulating substance Atonik (dosage 1.0 ml/l) and Multimikro (dosage 1.0 ml/l) combined with Ethrel (dosage 1.0 ml/l) will increase the vegetative growth of pepper plants significantly to a high of 87,6 cm and 89,5 cm respectively. 
 

Katakunci: Lada, pupuk, zat pengatur tumbuh

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. II, hal. 48-54 /HUMAS-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

            Produksi lada (Piper nigrum Linn) di Indonesia menunjukkan kecenderungan merosot, bahkan pada akhir-akhir ini (tahun 1998) produksi lada hanya mencapai 47.298 ton, dimana diperkirakan produksi lada ini sulit untuk mencapai tingkat produksi tertinggi yang pernah dicapai (Indrawanto, 2001). Data produksi lada menunjukkan bahwa sebelum Perang Dunia Kedua, Indonesia rata-rata mampu menghasilkan sekitar 50.000 ton lada per tahun, yaitu 80% dari produksi lada dunia. 
            Tersendatnya produksi lada di Indonesia ini salah satunya disebabkan oleh belum intensifnya budidaya tanaman lada yang dilakukan oleh para petani lada pada umumnya, seperti penggunaan pupuk. Oleh karena itu BPPT sebagai lembaga yang memiliki kompetensi dalam pengembangan teknologi berupaya untuk melakukan penelitian khususnya dalam teknologi budidaya, baik mengenai penggunaan pupuk maupun zat pengatur tumbuh, yang sangat besar peranannya untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi lada di Indonesia.
            Tanaman lada ini membutuhkan unsur-unsur hara dalam jumlah yang banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Oleh karena sebagai alernatif untuk menambah asupan (input) unsur-unsur hara ini pada tanaman lada dapat dilakukan melalui pemberian pupuk daun maupun zat pengatur tumbuh (ZPT). Baik pupuk daun maupun zat pengatur tumbuh (ZPT) ini telah dicoba dan mampu mempercepat proses fisiologi tanaman, Anwar (1993). 
            Dalam penelitian ini dipakai pupuk daun Kristalon, yang berbentuk tepung dan larut dalam air. Pupuk Kristalon ini mengandung unsur hara N (19 %), NO3-N (11,9 %), NH4-N (7,1 %), P2O5 (6,0 %), K2O (20,0 %), MgO (3,0 %), S (3,0 %), B (0,025 %), Cu (0,01 %), dan Mo (0,001 %). Sedangkan pupuk daun Multimikro berbentuk cair yang larut dalam air dan mengandung unsur hara yang penting untuk tanaman. Pupuk daun ini mampu memacu pertumbuhan vegetatif dan memperbanyak tunas baru. Adapun ZPT Atonik dalam penelitian ini memiliki bahan aktif berupa Na-orthonitrofenol 2 g/l, Na-paranitrofenol 3 g/l, Na 2,4 dinitrofenol 0,5 g/l, dan Na 5 nitroguaiakol 1 g/l. Sedangkan ZPT Ethrel memiliki bahan aktif etefon 480 g/l berbentuk pekatan yang larut dalam air berwarna kecoklatan untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

KESIMPULAN


            Penggunaan pupuk daun Kristalon secara tunggal (tanpa kombinasi dengan ZPT) berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman lada, sedangkan penggunaan pupuk daun Multimikro secara tunggal berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman lada. Penggunaan ZPT Atonik maupun Ethrel secara tunggal (tanpa kombinasi dengan pupuk daun) berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman lada. 
            Penggunaan pupuk daun Kristalon yang dikombinasikan dengan ZPT Atonik lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan penggunaan pupuk daun Multimikro yang dikombinasikan dengan ZPT Atonik. Demikian pula penggunaan pupuk daun Kristalon yang dikombinasikan dengan ZPT Ethrel lebih besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman lada dibandingkan dengan kombinasi pupuk daun Multimikro yang dikombinasikan dengan ZPT Ethrel. Lebih lanjut, penggunaan sarana produksi pupuk daun (Kristalon dan Multimikro) dan ZPT (Atonik dan Ethrel) secara umum berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman lada. Diantara keempat sarana produksi tersebut di atas, penggunaan pupuk daun Kristalon memiliki peranan yang paling besar terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman lada.

                    Top    Back

:: bebiBOOK ::

Dibangun dan Dikembangkan oleh Ade Sukma Ahmad

Departemen Budidaya Pertanian

Fakultas Pertanian

Institut Pertanian Bogor

2006